Jumat, 22 Oktober 2010
Profesi Akuntansi di Luar Negeri
Di Amerika Serikat, akuntan yang berpraktek disebut Certified Public Accountant (CPA), Certified Internal Auditor (CIA) dan Certified Management Accountant (CMA). Perbedaan jenis sertifikasi adalah dalam hal jenis-jenis jasa yang ditawarkan, walaupun mungkin saja satu orang memiliki lebih dari satu sertifikat. Sebagai tambahan, banyak pekerjaan akuntansi dikerjakan oleh seseorang tanpa memiliki sertifikasi namun di bawah pengawasan seorang akuntan bersertifikat.
Sertifikasi CPA dikeluarkan di negara bagian tempat kedudukan yang bersangkutan berupa ijin untuk menawarkan jasa auditing kepada publik, walaupun kebanyakan kantor akuntan juga menawakan jasa akuntansi, perpajakan, bantuan litigasi dan konsultansi keuangan lainnya. Persyaratan untuk mendapat sertifikat CPA bervariasi di antara negara bagian, namun ujian Uniform Certified Public Accountant diharuskan di setiap negara bagian. Ujian ini dibuat dan diperiksa oleh American Institute of Certified Public Accountants.
Sertifikasi CIA dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditors (IIA), yang diberikan kepada kandidat yang lulus dalam empat bagian ujian. CIA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik.
Sertifikasi CMA diberikan oleh Institute of Management Accountants (IMA), yang diberikan kepada kandidat yang dinyatakan lulus dalam empat bagian ujian dan memenuhi pengalaman praktek tertentu berdasarakan ketentuan IMA. CMA kebanyakan memberikan jasanya kepada pemberi kerja langsung bukan kepada publik. CMA juga bisa menawarkan jasanya kepada publik, namun dengan lingkup yang lebih kecil dibanding CPA.
Biro Statistik Tenaga Kerja (Bureau of Labor Statistics) dari Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (United States Department of Labor) memperkirakan ada sekitar satu juta[4] orang yang bekerja sebagai akuntan dan auditor di Amerika Serikat.
Persemakmuran Inggris
Di Inggris, Kanada, Australia beberapa negara persemakmuran Inggris, ekuivalen Certified Public Accountant (CPA) diantaranya Chartered Accountant (CA - di Inggris, Persemakmuran Inggris dan beberapa bekas negara bagian Inggris lainnya), Chartered Certified Accountant (ACCA - Inggris), International Accountant (AIA - Inggris), Certified Public Accountant (CPA - Irlandia dan Hong Kong), Certified General Accountant (CGA - Kanada), dan Certified Practising Accountant (CPA - Australia).
Kanada
Di Kanada, ada tiga lembaga yang menangani akuntansi: the Canadian Institute of Chartered Accountants (CA), the Certified General Accountants Association of Canada (CGA), dan the Society of Management Accountants of Canada (CMA). CA dan CGA dibentuk berdasarkan Undang-undang Parlemen berturut-turut pada tahun 1902 dan 1913 sedangkan CMA didirikan dalam tahun 1920.
Program CA difokuskan menjadi akuntan publik dan kandidat harus memiliki pengalaman auditing dari kantor akuntan publik; program CGA memberikan kebebasan bagi kandidatnya untuk memilih karier di bidanga keuangan; program CMA memfokuskan diri pada akuntansi manajemen. Ketiganya mengharuskan setiap kandidat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan dan pengalaman praktek sebelum memperoleh sertifikasi.
Liberia
Liberia Institut Akuntan Publik (LICPA), sebuah organisasi berbasis Monrovia akuntansi profesional publik Liberia adalah anggota dari International Federasi Akuntan (IFAC). Mempunyai kewajiban untuk menegakkan dan melindungi kepercayaan masyarakat;. Liberia kronis sejarah korupsi karena itu, perlu institusi domestik integritas etika tertinggi sehingga opini-opini oleh lembaga ini dilihat dengan tingkat tinggi kredibilitas oleh perkembangan mitra's Liberia. LICPA sebagai organisasi publik akuntansi Liberia dapat memainkan peran penting dalam pencarian Liberia untuk transparansi dan akuntabilitas,. Oleh karena itu artikel ini dimaksudkan untuk menyarankan bagaimana LICPA bisa ditata ulang agar lebih fungsional dalam melayani rakyat Liberia.
IFAC adalah organisasi internasional dengan anggota di lebih dari 120 negara. Hal ini dikhususkan untuk perlindungan publik oleh kepentingan mendorong tinggi dengan praktek-praktek kualitas itu akuntan. Dunia "IFAC memiliki" empat bidang utama kegiatan, (a) melayani kepentingan publik melalui pengaturan standar akuntansi di bidang audit, pendidikan, etika dan pelaporan keuangan publik sektor, (b) memfasilitasi kerjasama antar anggota dan badan-badan regional akuntansi dengan bekerja sama dengan organisasi-organisasi anggota untuk memastikan kompetensi dan integritas akuntan universal dan (c) berbicara atas nama profesi internasional dengan menjabat sebagai juru bicara utama untuk profesi akuntansi di seluruh dunia, www.ifac.org.
Kode etik IFAC memerlukan organisasi-organisasi anggotanya untuk mengikuti standar etika tertinggi organisasi. Etik Internasional Dewan Standar Akuntan (IESBA), sebuah badan otonom dari IFAC etika menetapkan standar. Standar meliputi, "melanjutkan kebutuhan pengembangan pendidikan, peraturan tata kelola perusahaan, peraturan persyaratan pemantauan atau profesional, review eksternal oleh pihak ketiga diberdayakan secara hukum laporan, retur dan komunikasi yang dihasilkan oleh akuntan profesional", www.ifac.org / Anggota.
Minggu, 16 Mei 2010
Proses Penelitian Ilmiah
PRAKATA
Dari pengamatan saya, banyak mahasiswa yang molor dalam menyusun penelitian ilmiah. Hal ini dikarenakan mahasiswa terlalu santai dan kurangnya bekal pengetahuan dalam mengerjakan penulisan ilmiah.
Karena alasan tersebut, saya memberanikan diri untuk membuat suatu cara yang mungkin dapat berguna bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian.
_Semoga Bermanfaat_
LANGKAH MUDAH MENYUSUN PENELITIAN ILMIAH
1. Menentukan Topik Penelitian
Biasanya, mahasiswa mengalami kesulitan dalam menentukan topik penelitian karena ruang lingkup untuk menentukan judul penelitian ilmiah sangatlah luas.
Cara mudah untuk menentukan topik penelitian adalah dengan memperkecil ruang lingkup penelitian. Caranya dengan memilih salah satu dari judul mata kuiah yang pernah diajarkan, sebagai contoh saya memilih mata kuliah Akuntansi Manajemen. Langkah selanjutnya, memperkecil mata kuliah tersebut dengan memilih salah satu materi yang diajarkan dalam mata kuliah tersebut, misalnya Hubungan Volume, Biaya dan Laba.
Dengan cara tersebut, topik penelitian akan semakin jelas dan spesifik sehingga akan mempermudah mahasiswa dalam menentukan variabel penelitian dan judul penelitian ilmiah (contoh judul: ANALISIS BIAYA, VOLUME DAN LABA PADA PERUSAHAAN XYZ).
2. Menentukan Variabel Peneliitian
Setelah menentukan topik penelitian, langkah selanjutnya adalah menentukan variabel penelitian. Hal yang berkaitan dengan penulisan ilmiah berawal dari pengertian mahasiswa terhadap variabel. Variabel penelitian merupakan langkah awal untuk merumuskan masalah, mengumpulkan data dan mengumpulkan teori. Teori berfungsi untuk menerangkan variabel penelitian.
Variabel dalam judul penelitian ilmiah ANALISIS BIAYA, VOLUME DAN LABA PADA PERUSAHAAN XYZ adalah biaya dan volume penjualan.
3. Mengumpulkan Teori
Tujuan dari pengumpulan teori adalah untuk menjelaskan variabel-variabel penelitian yang telah ditentukan sebelumnya. Usahakan agar teori yang dikumpulkan lengkap dan tidak bertele-tele. Teori yang lengkap akan memudahkan peneliti dalam melakukan penelitian dan mempresentasikan hasil penelitiannya sehingga memudahkan pembaca dalam memahami hasil penelitian.
4. Merumuskan Masalah
Perumusan masalah harus berupa kalimat Tanya, seperti bagaimana, apakah, adakah, dan seterusnya. Penelitian dianggap selesai apabila pertanyaan pada rumusan masalah. Rumusan masalah berkaitan dengan:
a. Tujuan penelitian
b. Variabel penelitian
c. Teori yang digunakan
d. Hipotesis penelitian
e. Metode analisis yang digunakan
Dengan kata lain, rumusan masalah merupakan awal dan akhir dari sebuah penelitian.
5. Metode analisis
Penetapan metode analisis yang akan digunakan berkaitan dengan pengumpulan data. Hal ini disebabkan karena setiap metode analisis memiliki criteria yang berbeda, baik criteria dalam pengolahannya, maupun jenis data yang digunakannya. Selain itu pentingnya penetapan metode analisis berkaitan erat dengan rumusan masalah.
6. Mengumpulkan data
Pengumpulan data pada umumnya dilakukan melalui salah satu atau gabungan dari ke empat cara berikut:
a. Observasi: pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan
b. Kuesioner: pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan kepada responden. Kuesioner terbagi menjadi 2 yaitu, kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka adalah pertanyaan yang dapat dijawab dengan bebas oleh responden. Kuesioner tertutup adalah pertanyaan yang jawabannya ditentukan oleh peneliti, seperti memberi pilihan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.
c. Interview: pengumpulan data dengan cara wawancara. Interview dapat dilakukan secara langsung maupun melalui alat komunikasi.
d. Sumber lain: pengumpulan data dilakukan dengan cara mengutip data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain.
7. Mengolah dan menginterpretasikan data
Pengolahan data dapat dilakukan dengan menggunakan metode analisis yang telah ditetapkan sebelumnya. Penginterpretasian data merupakan penjelasan dari pengolahan data. Interpretasi data akan mengantarkan mahasiswa pada kesimpulan dan saran penelitian yang ditempatkan pada akhir penulisan ilmiah.
Sabtu, 17 April 2010
Riset Akuntansi - BAB XIV
1. Berikan penjelasan pada sebuah situasi dimana menurut studi tes hipotesis, seorang manajer harus membuat keputusan final berdasarkan pengalaman dan intuisinya
Jawab:
Ketika seorang menajer harus mengambil keputusan berdasarkan pilihan pada suatu alternatif atau kombinasi dari berbagai alternatif, dan pelaksanaannya dalam membuat keputusan, serta mengimplementasikan dalam menyelesaikan suatu masalah
2. Manakah yang lebih sulit dalam membuat keputusan – melaksanakan dari hasil studi kualifikatif atau dari studi tes hipotesis? Mengapa?
Jawab:
Studi kualifikatif lebih sulit apabila dipakai dalam membuat keputusan, karena sulitnya pengambilan dan pengumpulan suatu data statistis yang bersifat empiris menyebabkan suatu adanya elemen yang kena dan tidak apabila diimplementasikan dalam pembuatan keputusan.
3. Jelaskan menurut diagram proses penelitian, mulai dari waktu pertama kali area di investigasi, sampai mencari jawaban yang definitif pada masalah yang terjadi pada area tersebut!
Jawab:
Proses dalam melakukan penelitian :
1. Melakukan Observasi
2. Persiapan pengumpulan data
3. Mendefinisikan masalah
4. Kerangka Teoritis
5. Pengembangan Hipotesis
6. Desain Penelitian Ilmiah
7. Deduksi
8. Penulisan laporan
9. Pengambilan keputusan
Penjelasan :
Langkah awal dalam melakukan suatu observasi kita dapat memperoleh data pendahuluan yang mungkin dapat digunakan untuk menentukan rumusan masalah yang menarik untuk diteliti. Stelah itu Persiapan pengumpulan data adalah langkah kedua yang dilakukan setelah observasi yaitu melakukan interview, survey dan sebagainya. Kemudian peneliti mulai mengidentifikasikan masalah dalam penelitiannya. Setelah itu membuat kerangka teoritis yaitu menentukan variable yang akan diteliti stelah itu peneliti akan menarik sebuah hipotesis atau pengembangan hipotesis. Setelah itu peneliti akan mendesain penelitian ilmiahnya dengan mengumpulkan data lalu menanalisa dan menginterprestasikan penelitiannya. Setelah itu ada deduksi dimana ini akan memperkuat hipotesis dan menjawab pertanyaan dari riset peneliti jika jawabannya sesuai maka akan lanjut pada penulisan laporan lalu akan di presentasikan dan proses terakhir adalah pengambilan keputusan.
Riset Akuntansi - BAB XIII
- Mengapa penelitian perlu memiliki surat pengesahan dalam laporan
Jawab :
Didalam Penelitian diperlukannya surat pengesahan sebagai salinan surat kuasa dari tujuan penelitian, yang di gunakan sebagai laporan untuk menyetujui investigasi dan merinci ruang lingkup yang di teliti tersebut, yang akan di lampirkan pada awal laporan, yang mampu membantu sponsor dalam usulan penelitian yang diajukan oleh penelitian selanjutnya, proposal penelitian yang telah di ajukan oleh peneliti sesudah wawancara awal dan mengidentifikasikan masalah pengesahan dengan tujuan hasil penelitian dapat dimengerti oleh pembaca.
- Diskusikan tujuan dan isi dari ringkasan eksekutif ?
Jawab :
Ringkasan eksekutif merupakan suatu catatan ataupun laporan singkat dari studi penelitian yang memberikan gambaran secara lengkap, serta pokok informasi penting yang berkaitan dengan mempelajari pernyataan masalah yang berhubungan dengan penelitian : perumusan masalah, contoh rancangan, metode pengumpulan data yang digunakan, hasil analisis data, kesimpulan dan rekomendasi dengan saran untuk pelaksanaannya, yang mampu memberikan gambaran bagi hasil dari penelitian yang diperlukan manajemen sebagai membuat keputusan menyelesaikan masalah.
- Apa persamaan dan perbedaan laporan penelitian dasar dan terapan
Jawab :
Laporan penelitian dasar dan laporan penelitian terapan memiliki bagian rincian yang sama didalam tujuan penelitian, memberikan beberapa latar belakang tentang apa yang berhubungan dan menyatakan masalah yang di teliti, menetapkan laporan berupa hasil bagi pembaca, perbedaannya laporan penelitian dasar menggunakan serta memerlukan lembar pengesahan, sedangkan pada laporan penelitian terapan menggunakan ringkasan eksekutif tidak memerlukan lembar pengesahan.
- bagaimana kemajuan teknologi telah membantu dalam penulisan dan penyajian laporan penelitian ?
Jawab :
Kemajuan teknologi dapat membantu dalam memperkuat penyajian laporan penelitian dalam penyusunan serta data yang dapat berupa bentuk-bentuk tabel dan grafik visual representasi yang akan disediakan. Penulisan laporan adalah fungsi dari tujuan penelitian yang menggambarkan tampilan agar lebih jelas, ringkas, koheren dan memperhatikan ke akuatan data dan jenis pendapat yang itu disajikan, dan telah sesuai untuk disesuaikan untuk memenuhi keduanya, fitur dasar tertentu merupakan bagian integral dari semua laporan tertulis.
5. Mengapa penelitian perlu menetapkan batasan dalam laporan penelitian ?
Jawab :
Diperlukannya penetapan batasan adalah sebagai dasar latar belakang masalah yang telah dijelaskan sebelumnya, agar didalam batasan ini peneliti mulai mengidentifikasi, membatasi dan selanjutnya merumuskan masalah yang hendak di teliti sehingga tidak menyimpang dari tujuan awal penelitian itu sendiri.
6. Aspek apakah dalam golongan rencana penelitian yang membuat anda tertekan dalam menulis laporan dan dalam presentasi lisan ?
Jawab :
Aspek yang perlu di perhatikan yaitu dalam menyajikan laporan itu sendiri harus sesuai dengan aturan yg berlaku yang merupakan aspek yang paling penting dari penulisan laporan, serta dibuat secara menarik namun tetap memberikan statik dan kuantitatif informasi, karena kadang tulisan agak membosankan karena kurang menarik dalam penyajian tulisan serta struktur kata nya, penempatan gambar, tabel ataupun grafik yang tepat dapat menambah nilai laporan tersebut. Tata bahasa yang baik, bersifat formal, penyampaian isi presentasi yang kreatif dan mudah ditangkap maupun penggunaan waktu yang tepat sehingga presentasi tidak dirasakan terlalu lama, pembagian waktu dalam ruang tanya jawab yang berbeda harus kreatif disediakan untuk para penonton untuk mempertahankan kepentingan mereka berbicara mengungkapkan pendapat.